Notes On The Economic OF Innovation

Judul     : Notes On The Economic OF Innovation

Penulis  : Jusman Syafii Djamal

Kurnia Esa & LKPS @2017

 

Ini buku ketiga. Saya beri judul Note on The Economics of Innovation. Pada tahun 2011, saya mulai menulis di laman FB. Akhirnya, muncul seri buku Trilogy Blackbox. Kotak hitam atau blackbox adalah pasangan Cockpit Voice Recorder dan Flight Data Recorder yang diburu dan diupayakan ketemu sebagai penguak misteri pengurai sebab musabab kecelakaan pesawat terbang. Kata blackbox dalam mata kuliah “Systems Thinking” dan “Control System” di ITB identik dengan wahana transformasi. Pemroses input jadi output. Tiga Buku Blackbox yang saya tulis memiliki fokus berbeda. Seluruhnya merupakan cerita kait berkait yang dirangkai dari lebih 400 tulisan Facebook, yang dianyam menjadi sebuah jalinan catatan harian.

Dua buku sudah terbit. Buku ketiga kini muncul. Semula, Hatim Ilwan yang menjadi editor. Hatim pernah bekeja sebagai wartawan Majalah Gatra. Dari Hatim, lahir buku pertama, Notes On Leadership. Hurri Junisar, sarjana sejarah dari Universitas Indonesia menjadi editor buku kedua. Hurri pernah menulis novel berjudul Golak Ganesha. Novel tersebut berkisah tentang para aktivis ITB tahun 1977/1978. Dari editingnya, lahir buku kedua Notes on Strategy. Buku ketiga kini ada di tangan anda, berjudul Notes on the Economic of  Innovation.

Dalam hidup, dikenal fenomena pasangan seperti dua sisi mata uang yang sama. Dalam fisika modern, dikenal impuls dan momentum teori Quantum. Ketika penguasaan teknologi dimanfaatkan sebagai impuls, daya saing atau competitiveness menjadi momentum yang dilahirkan. Jika inovasi dianggap impuls, muncul disrupsi sebagai momentum. Inovasi merupakan penggerak buah catur perubahan. Adapun disrupsi merupakan pembongkar posisi bidak atau kuda yang salah tempat. Terciptalah lansekap ekonomi baru dari reruntuhan daya kompetisi yang telah kadaluarsa.

Inovasi tidak lahir dalam ruang hampa. Inovasi muncul karena keuntungan yang dipetik merosot sepanjang waktu. Inovasi diperlukan ketika kita bertemu jalan buntu. Margin keuntungan perusahaan berkurang karena biaya operasi meningkat atau pendapatan merosot. Pendapatan berkurang karena pesaing bertambah. Daya saing yang muncul dari diferensiasi produk maupun harga rendah tak lagi jadi daya tarik bagi pelanggan. Dengan kata lain, inovasi muncul karena ada tendensi atau kecenderungan berkurangnya market share. Pasar perusahaan yang semakin hari semakin menyempit pastilah akan menuju ke arah kebangkrutan.

Mengapa biaya operasi meningkat? Banyak faktornya. Ia dapat lahir karena alat peralatan utama proses produksi sudah kadaluarsa, boros bahan bakar, atau berkurang tingkat presisinya. Biaya perawatan mesin tua meningkat sepanjang waktu. Inefisiensi dapat muncul akibat kekeliruan alokasi sumber daya, karena mata rantai proses bisnis terlalu panjang. Hal lain, bisa pula karena manusia bersumber daya iptek tidak memiliki keahlian yang memadai.

Inovasi hanya berguna jika ditempatkan dalam perspektif peningkatan daya saing di pasar, baik pasar domestik maupun mancanegara. Karenanya, kata inovasi selalu disangkutpautkan dengan upaya membangkitkan kekuatan produktif dalam masyarakat. Produktivitas selalu diukur dengan rasio output dibagi input per satuan tenaga kerja per satuan waktu. Berapa besar investasi yang harus dibangkitkan untuk melahirkan output revenue tertentu, menjadi fokus utama. Karenanya, inovasi selalu diidentikkan dengan kata engine for economic growth. Inilah sebab mengapa buku ini saya beri judul Notes on the Economics of Innovation.

You may also like...