Storyline Pattimura

Komik sejarah

Storyline Pattimura

PanelIsi

 

1)Gambar kepuluan Maluku (Ambon dan sekitarnya lebih spesifik)
Teks
Caption : Kepulauan maluku
2)Gambar berbagai rempah, pohon cengkeh, pala, lada
Teks
Caption : Negeri kepulauan ini sangat kaya akan rempah-rempah
3)Gambar Orang-orang bertudung Cina turun dari kapal di pantai/laut
Teks
Caption : (Atas panel) sejak Abad ke-7…
4)Gambar orang-orang tadi bertransaksi dagang di semacam pasar
Teks : Orang 1 : Wah wanginya cengkeh ini

Orang 2 : Ayo silahkan, murah-murah semuanya

Caption : Rempah menarik minat para pedagang Cina
5)Gambar Rempah2 diangkut orang naik tangga ke atas kapal
Teks
Caption : Rempah akan dijual lagi di negeri lain
6)Gambar : Kapal-kapal berlayar di lautan
Teks
Caption
7)Gambar seseorang di geladak kapal menengok ke daratan pulau
Teks : “Woi kita sampai”
Caption : (Atas panel) Abad ke-9 para pedagang Arab sampai disana
8)Gambar Orang-orang berjubah, berjanggut turun dari kapal
Teks
Caption
9)Gambar orang-orang tadi bertransaksi dagang di semacam pasar
Teks : “Wah luar biasa, ini rempah kualitas terbaik”
Caption : Mereka memuji hasil alam Maluku
10)Gambar perkebunan rempah
Teks
Caption : Masyarakat Maluku menikmati kehidupan ini
11)Gambar Kapal-kapal Besar memasuki pantai
Teks
Caption : Sampai suatu hari…

 

12)Gambar Orang-orang tinggi besar (bule/pirang) masuk ke tengah penduduk
Teks : Orang 1: “Hello”

Orang 2: “Halo Mister”

Caption
13)Gambar Orang2 bule ngobrol dengan penduduk
Teks
Caption : Rempah mengundang hadirnya bangsa Eropa
14)Gambar kapal2 parkir di laut
Teks
Caption : Mereka dari Portugis dan Spanyol
15)Gambar Kapal besar berbendera Belanda berlayar
Teks
Caption : Juga orang Belanda…
16)Gambar Orang turun dari kapal membawa senapan
Teks : “Kita jajah saja negeri ini”
Caption
17)Gambar orang2 Belanda dengan wajah ketus
Teks
Caption
18)Gambar Orang Belanda menyuruh orang pribumi (memanggul karung) sambil nunjuk2
Teks : Orang Belanda : “ Bawa barang-barang ini!”

Pribumi : ”Baik, Tuan”

Caption : Belanda mulai menguasai rempah-rempah
19)Gambar pohon cengkeh dibakar
Teks
Caption : Mereka juga membatasi cengkeh jika panen terlalu banyak, sehingga harga di dunia jadi murah
20)Gambar Orang-orang kurus pribumi mencangkul tanah
Teks : “Ayo cepat buat jalan yang bagus!”
Caption
21)Gambar orang-orang kurus membangun rumah diawasi bule
Teks : “Hey kamu kerja yang benar!”
Caption
22)Gambar orang menanam pohon
Teks : “Jangan malas!”
Caption : Mereka juga dipaksa kerja Rodi

 

23)Gambar rakyat berperang dengan kompeni
Teks : kompeni : “Tembak mereka!”

Rakyat : “serbu”

Caption : Tahun 1609…
24)Gambar orang kurus mengangkat panah, orang membawa tombak, pedang, pisau
Teks “Ayo Lawan penjajah!”
Caption
25)Gambar rakyat berguguran, berbaring, meninggal
Teks
Caption : Rakyat berontak namun kalah
26)Gambar orang-orang bule tersenyum lebar
Teks
Caption : Penjajahan terus berlangsung
27)Gambar Bayi di pangkuan ibu
Teks : “Eaa.. eaaa.. eaaa”
Caption : Tahun 1783 di negeri Haria…
28)Gambar Bayi disuapi makan
Teks
Caption : Lahirlah Matulessy
29)Gambar Dua anak lelaki bermain
Teks : “Kak, tangkap bolanya” (kata Matulessy)
Caption
30)Gambar dua anak lelaki bermain pedang-pedangan (satu kecil, satu besar)
Teks “Hore.. aku menang, kak”
Caption : Matulessy dan kakaknya suka bermain pedang-pedangan
31)Gambar anak lelaki bersedih melihat rakyat dipaksa kerja, dicambuk bule
Teks “Kasihan mereka, ayahku dan paman juga” (kata Matulessy)
Caption
32)Gambar orang kampung memanggul kayu-kayu besar
Teks
Caption
33)Gambar kapal2 perang berbendera Inggris
Teks
Caption
34)Gambar prajurit Inggris berbaris di sebelah kapal
Teks : Komandan “Siaaap gerak!”
Caption : Tahun 1796 Inggris masuk Maluku
35)Gambar seorang serdadu inggris tengah membacakan pengumuman, rakyat tampak bergerombol di depannya
Teks : ”Pengumuman. Kami berharap pemuda yang sehat untuk bergabung di pasukan Inggris”
Caption
36)Gambar tatap mata para pemuda melihat pengumuman
Teks
Caption
37)Gambar sejumlah pemuda di depan markas Inggris
Teks
Caption : Di depan markas tentara Inggris…
38)Gambar Pemuda sedang ditanyai di depan meja
Teks : prajurit Inggris : “Kamu siap jadi tentara?”

Pemuda : ”Siap, tuan”

Caption
39)Gambar suasana pendaftaran relawan pribumi lainnya
Teks
Caption
40)Gambar Matulessy ikut mendaftar
Teks : Matulessy: “Saya mau mendaftar, tuan”

Prajurit : ”Berapa tahun umurmu?” (sambil mengkerut)

Matulessy : ”Tiga belas tahun, tuan”

Prajurit : ”Wah masih muda sekali”

Caption
41)Gambar Matulessy berlari, push up, menunjukkan kemampuannya
Teks : Prajurit : ”Cukup, kamu nanti dites kekuatan”
Caption : Usia muda tidak menghambat Matulessy
42)Gambar beberapa pribumi menunjukkan kebolehan lari
Teks
Caption
43)Gambar prajurit Inggris berbincang2
Teks : ”Karung tanah?”
Caption
44)Gambar pribumi mengangkat 2 karung
Teks : pribumi ”Heuh.. heuh..”
Caption : Tenaga pemuda Maluku sangat kuat

 

45)Gambar prajurit Inggris menggeleng kagum
Teks : “Wow, pemuda sini kuat sekali”
Caption
46)Gambar Matulessy mengangkat dua karung tanah
Teks : “Heuh… hiyaa”
Caption :
47)Gambar prajurit Inggris berbincang dengan temannya
Teks : prajurit 1 : “Matulessy itu baru 13 tahun tapi kuat sekali”

Prajurit 2 : ”Iya, luar biasa dia”

Caption
48)Gambar pribumi berlari dengan kantong2 pasir di kedua kaki
Teks
Caption
49)Gambar mengangkat karung dengan lengan dipenuhi kantong pasir
Teks
Caption
50)Gambar Prajurit menunjuk karung pada Matulessy
Teks : “Coba angkat karung dengan beban pasir”
Caption
51)Gambar Matulessy mengangkat karung dengan lengan penuh kantong pasir
Teks
Caption
52)Gambar prajurit Inggris tersenyum
Teks : prajurit1: “Wah… anak itu memang hebat”

Prajurit 2: “Mereka pasti mudah dilatih karena terbiasa kerja keras”

Caption
53)Gambar pemuda sedang “pull up”
Teks : “Tubuh mereka juga lentur”
Caption
54)Gambar pertarungan 1 lawan 1
Teks
Caption : Mereka juga dilihat kemampuan bela dirinya
55)Gambar Matulessy bertanding melawan orang dewasa
Teks : “Ayo Matulessy, kamu hebat” (teriak orang-orang)
Caption

 

56)Gambar para pemuda berbaris
Teks
Caption
57)Gambar Matulessy memberi hormat pada prajurit Inggris
Teks : prajurit Inggris :“Matulessy, kamu diterima!”

Matulessy : “Siap, Tuan”

Caption
58)Gambar Matulessy berseragam tentara korps Inggris berbaris
Teks : “Satu.. dua.. satu.. dua..”
Caption : Sejak itu Matulessy menjadi tentara korps Inggris Maluku
59)Gambar sejumlah orang/ pasukan korps Matulessy
Teks
Caption : Ada 400 pemuda Maluku yang bergabung
60)Gambar Matulessy dengan seragam dan tanda pangkat sersan Mayor
Teks
Caption : Karena cakap, Matulessy menjadi Sersan
61)Gambar Matulessy dan prajurit Inggris makan-minum di meja. Prajurit Inggris mengangkat gelas tanda ”Toast”
Teks : prajurit : “Ayo silahkan, Matulessy”

Matulessy : “Thank you, sir”

Caption
62)Gambar petani cengkeh tersenyum
Teks
Caption : Inggris menghapus kerja paksa, dan pajak yang memberatkan serta menghargai orang Maluku
63)Gambar close up Matulessy dengan seragam dan senapan
Teks
Caption : Matulessy menjadi prajurit Inggris hingga kemudian…
64)Gambar pasukan kuda lunglai. Beberapa kuda dan prajurit tewas terbaring. Debu bertebaran
Teks
Caption : Napoleon kalah perang dan wilayah jajahan di Asia ditata ulang
65)Gambar Bendera Inggris Union Jack diturunkan dari Tiang
Teks
Caption : 19 Agustus 1816
66)Gambar Bendera Belanda Merah Putih Biru dikibarkan di depan gedung Balaikota Batavia, orang-orang dan pasukan memberi hormat
Teks
Caption
67)Gambar Orang Maluku mengobrol
Teks : Orang 1: “Katanya Belanda mau masuk lagi”

Orang 2: ”Ah masa, sih?”

Caption

 

68)Gambar Orang Maluku mengobrol, ada orang datang menimpali
Teks : Orang 3 : “Betul itu, Inggris harus menyerahkan Hindia kembali”

Orang 2 : ”Waduh gawat dong”

Caption
69)Gambar Orang 2 menunduk sedih
Teks : “Kalau Belanda masuk, akan ada kerja rodi lagi. Akan ada pajak-pajak dan siksaan rakyat lagi”
Caption
70)Gambar kota London jaman dulu
Teks
Caption : Sementara itu di London
71)Gambar orang membawa map bertuliskan Traktat London
Teks
Caption
72)Gambar dua perwira Inggris dan Belanda menanda tangan Traktat disaksikan sejumlah pejabat
Teks
Caption : Perjanjian London ditandatangani
73)Gambar Orang Inggris bicara ke perwira Belanda
Teks : “Kami serahkan pengelolaan dan tanggung jawab Hindia kepada Nederland”

”Kami terima penyerahan ini dengan senang hati”

Caption
74)Gambar Traktat di acungkan/perlihatkan pada masyarakat
Teks “Wilayah bekas Nederland akan dikembalikan ke Nederland”
Caption
75)Gambar Pasukan Inggris di perairan Batavia menaiki kapal perang
Teks
Caption : Di Batavia, Pasukan Inggris segera meninggalkan Hindia
76)Gambar kapal berlayar. pasukan Inggris diatas kapal menatap pantai Batavia
Teks : “Selamat tinggal Batavia”
Caption
77)Gambar perwira Belanda berjoget senang
Teks : “Hore kita kembali menjajah negeri kaya ini”
Caption
78)Gambar Matulessy dan pasukan korps Ambon berbaris
Teks
Caption : Pada waktu Traktat London disusun, Pemerintah Inggris menawarkan Pattimura dan Korps Ambon bergabung dengan Militer Belanda.
79)Gambar residen Martin dan Matulessy
Teks : Matulessy : “Saya sedih, anda sudah begitu baik. Membangun pasukan, menghapus aturan-aturan yang memberatkan. Malah harus pergi”

Martin : ”Itu bukan kehendak kami”

Caption
80)Gambar Martin menatap langit, seolah menerawang…
Teks : Martin : ”Setelah pergantian kekuasaan nanti, apa yang hendak kalian lakukan?”

Matulessy : ”Belum tahu”

Caption
81)Gambar Martin menatap Matulessy
Teks : Martin : “Biasanya pasukan yang ada akan mengikuti pemerintahan yang baru”

Matulessy : ”Maksud tuan Martin?

Caption
82)Gambar Martin close up
Teks : “Kalau kamu mau jadi bagian pasukan Belanda atau pasukanmu punya usul sesuatu hal, sampaikan saja”
Caption
83)Gambar Matulessy tertunduk
Teks
Caption : “Saya hanya ingin jadi orang merdeka”
84)Gambar Martin mendongak kaget
Teks : “Lho, kok? Lalu anggotamu?”
Caption
85)Gambar Matulessy menatap martin
Teks : “Adalah kebanggaan menjadi bagian tentara Inggris, tuan. Diluar itu tidak. Anggotaku biar punya pilihan sendiri ”
Caption
86)Gambar Martin Terharu, menepuk pundak Matulessy
Teks : “Terima kasih. Mudah-mudahan kita bertemu lagi”
Caption
87)Gambar markas pasukan Inggris di Ambon
Teks
Caption : Sementara itu, sebuah tempat lain di Ambon
88)Gambar pertemuan perwira tinggi inggris dengan belanda di sebuah meja. Seragam berbeda, yang satu tanda bendera union Jack dan satu lagi merah putih biru di lengan
Teks : perwira Inggris : “Kami sudah menyiapkan segala administrasi transisi kemiliteran”

Perwira Belanda : ”Ya, terima kasih”

Caption
89)Gambar Close Up perwira Inggris
Teks : “Namun satu hal, kami punya pasukan pribumi yang kuat dan terlatih. Namanya korps Ambon dipimpin Matulessy. Anda mau merekrut mereka?”
Caption
90)Gambar perwira Belanda close up
Teks : “Tak perlu. Kami akan merekrut sendiri”
Caption
91)Gambar Perwira Inggris
Teks : “Ya itu tergantung anda. Traktat London hanya memuat kebebasan memilih korps Ambon untuk menjadi tentara penguasa baru”
Caption
92)Gambar Suatu rumah kayu di Maluku
Teks
Caption : Sementara itu, dalam sebuah rumah di Maluku malam hari

 

93)Gambar Matulessy merenung di beranda
Teks
Caption
94)Gambar seorang perempuan menghampiri
Teks : “Jadi kau sudah dengar rencana kedatangan Belanda?”
Caption
95)Gambar Matulessy menoleh pada perempuan itu
Teks “ya”
Caption
96)Gambar perempuan itu merapat, duduk di depan Matulessy
Teks : “Kau terlihat gusar, apa yang kau fikirkan?”
Caption
97)Gambar Matulessy menatap tajam
Teks : “Kau tahu Elizabeth, Belanda berlaku kejam. Kalau mereka dicengkeram monopoli lagi bagaimana? Kalau mereka kena kerja paksa lagi bagaimana?
Caption
98)Gambar perempuan
Teks : “Aku juga khawatir. Kita hanya bisa berharap, semoga Yang Maha Kuasa selalu bersama kita”
Caption
99)Gambar Matulessy
Teks : “Semua memang diluar dugaanku. Rakyat maluku sudah hidup dengan cukup senang. Tiba-tiba ini terjadi”
Caption
100)Gambar Matulessy berdiri
Teks “Benar, kita hanya bisa serahkan hidup pada Tuhan”
Caption
101)Gambar Perempuan itu menyodor tangan dengan telapak membuka pada Matulessy
Teks “Tapi kamu mau kemana?”

Matulessy : ”Entah, aku juga bingung”

Caption
102)Gambar perempuan itu
Teks “Tunggu, kau punya pasukan. Ajak mereka menolak Belanda”

Matulessy : “Bagaimana caranya?”

Caption
103)Gambar perempuan dan Matulessy
Teks : “Kalau Belanda menggunakan lagi kekerasan dan menindas, lawanlah dengan pasukanmu”

Matulessy : ”Ya, sesekali aku juga berfikir begitu. Tapi apakah mungkin?”

Caption

 

104)Gambar perempuan berdiri menghadap Matulessy
Teks : “Mungkin tidaknya adalah keputusan Tuhan. Manusia hanya berusaha”
Caption
105)Gambar Matulessy close up
Teks “kau benar. Aku kini percaya diri. Terima kasih”
Caption
106)Gambar perempuan close up
Teks : “Persiapkanlah segala sesuatunya”
Caption
107)Gambar Matulessy dengan tangan terkepal
Teks “Ya, aku harus tahu kekuatan Belanda. Aku juga akan menambah pasukanku dan memberi latihan perang”
Caption
108)Gambar Perempuan dan Matulessy yang tersenyum
Teks “Aku suka semangatmu. Kau pemuda Maluku yang tangguh”
Caption
109)Gambar pemandangan pantai pulau-pulau kecil
Teks
Caption 18 Maret 1817
110)Gambar Daerah pelabuhan dan pantai pendaratan di dekat Benteng Victoria dijaga ketat pasukan inggris
Teks
Caption
111)Gambar benteng Victoria berbendera inggris, beberapa pasukan, ada pasukan pribumi, ada pasukan orang Inggris
Teks
Caption : Di benteng Victoria
112)Gambar perwira inggris bicara di depan anak buah termasuk Matulessy
Teks : “Sesuai traktat London, Maluku juga akan dikembalikan pada Belanda. Jadi kita harus bersiap”

Pasukan menjawab : ”Yes, Sir”

Caption
113)Gambar  perwira inggris close up
Teks : ”Dalam beberapa hari akan tiba pasukan Belanda bersama Gubernur dan pengiringnya”
Caption
114)Gambar pasukan Matulessy
Teks : ”Dan korps 400 Matulessy, pasukanmu harus siap tugas bila Belanda tiba di Tanjung Alang!”

Matulessy : ”Yes, Sir”

Caption

 

115)Gambar iringan kapal Belanda sebanyak tujuh buah, terdiri atas kapal perang dan kapal pengangkut, memasuki Teluk Ambon
Teks
Caption
116)Gambar rakyat di pesisir teluk berbondong-bondong lari ke pantai untuk menyaksikan eskader itu
Teks “Rombongan datang.. rombongan datang!”
Caption
117)Gambar beberapa buah kapal perang Inggris angkat sauh lalu berlayar menuju eskader itu.
Teks
Caption
118)Gambar pertukaran tanda-tanda penghormatan maritim dan tembakan penghormatan
Teks
Caption
119)Gambar suasana damai pedesaan di pegunungan
Teks
Caption
120)Gambar Asap dari kapal-kapal perang di kejauhan
Teks (bunyi duar.. duar…)
Caption : Tiba-tiba…
121)Gambar percakapan penduduk desa, kaget menengok kapal di kejauhan
Teks : Orang 1 : “Apa yang terjadi disana?”

Orang 2 : “Bunyi meriam kapal!”

Orang 1 : “Ayo kita lihat”

Caption
122)Gambar orang dengan muka bingung
Teks “Tunggu, bagaimana kalau itu bunyi perang?”
Caption
123)Gambar Orang 1 yang mengajak lihat
Teks “Bukan, tak ada perang disana”
Caption
124)Gambar Kerumunan penduduk
Teks “Ayo kita ramai-ramai kesana”
Caption
125)Gambar orang-orang pegunungan tua muda, laki perempuan berbondong menuju pantai
Teks
Caption

 

126)Gambar kerumunan orang di tepi pantai
Teks
Caption
127)Gambar Orang makin banyak berdatangan, melihat kapal perang
Teks “Wah besar sekali kapal perangnya”
Caption
128)Gambar abk menurunkan jangkar, kapal belanda bersandar di pelabuhan ambon
Teks : (Bunyi krek…krek…)
Caption
129)Gambar sekoci di turunkan dari lambung kapal
Teks
Caption
130)Gambar Sekoci mendarat di laut
Teks
Caption
131)Gambar Sekoci menuju pantai, sejumlah orang berpakaian bagus ada di dalamnya
Teks
Caption : Sekoci-sekoci mengangkut Komisaris Engelhard dan van Mideelkoop ke darat diikuti para perwira tinggi militer dan sipil disertai keluarga masing-masing dan para komandan kapal
132)Gambar sekoci mendarat. Orang2 turun
Teks (bunyi sreet… perahu menggesek pasir)
Caption
133)Gambar penyambutan rombongan di darat. Penduduk melihat dari agak jauh.
Teks : Martin : ”Selamat datang di tanah Ambon”

Engelhard : ”Terima kasih”

Caption : Mereka disambut Martin selaku residen Inggris dan rombongannya
134)Gambar Martin menyalami rombongan Engelhard
Teks
Caption
135)Gambar Rombongan memandang benteng Victoria, berjalan kearahnya
Teks : Martin : “Silahkan melihat kediaman kami”

Engelhard : ”Mari, terima kasih”

Caption
136)Gambar rombongan memasuki benteng Victoria
Teks : Engelhard : “Hmm.. benteng anda bagus”

Martin : “Terima kasih, semoga tuan-tuan dan nyonya betah disini”

Caption

 

137)Gambar Orang dari rombongan Engelhard melihat-lihat sudut benteng
Teks
Caption
138)Gambar seseorang mengetuk kepalan tangan ke dinding benteng
Teks “Benteng ini kokoh sekali”
Caption
139)Gambar Martin dan rombongan naik tangga ke atas benteng
Teks : “Silakan tuan ikut kami ke atas benteng”
Caption
140)Gambar Martin dan rombongan diatas benteng
Teks : Nyonya Engelhard : “Luar biasa, indah sekali pemandangannya”

Martin : ”Betul nyonya. Selain pemandangan teluk Ambon, kita juga dapat melihat kapal-kapal yang datang”

Caption
141)Gambar Nyonya Engelhard berbincang dengan Martin close up
Teks :  “Tuan Martin tentu kerasin disini”

Martin : ”Tentu nyonya Engelhard. Kami harap nyonya juga demikian”

Caption
142)Gambar pemandangan pantai
Teks : Perwira Belanda : ”Tadi dari sekoci kami lihat pantai Ambon dan pulau lain sangat indah”

Martin : “Tentu. Negeri ini indah dan kaya rempah”

Caption
143)Gambar Matulessy dan teman-temannya mendekati pantai
Teks
Caption : Sementara itu di luar benteng, di tepi pantai
144)Gambar beberapa pemuda memperhatikan kapal. Prajurit kapal Belanda memperhatikan
Teks : Prajurit Belanda : “Kalian siapa? Mau apa?”
Caption
145)Gambar Matulessy menghadapkan kepala ke prajurit di kapal
Teks ”Saya Matulessy, Sersan Mayor tentara Inggris. Mereka semua anggota pasukanku”
Caption
146)Gambar prajurit Belanda
Teks : ”Terus apa tujuan kalian?”

Matulessy : ”kami ditugaskan membantu pengalihan kekuasaan Inggris ke Belanda”

Caption
147)Gambar Prajurit Belanda di kapal manggut-manggut
Teks : ”Baik kalau begitu”
Caption
 148)Gambar Matulessy
Teks : ”Boleh kami melihat kapal lebih dekat?”

Prajurit Belanda : ”Tentu saja, tapi tanggalkan senjata kalian!”

Caption
149)Gambar Matulessy menaruh pedang panjangnya diikuti pasukan.
Teks
Caption
150)Gambar Matulessy berjalan mendekat kapal bersama anggota pasukan
Teks
Caption
151)Gambar Kapal besar berjejer, matulessy berdiri di depan salah satu kapal
Teks “Pasti armada perang ini kuat sekali”
Caption
152)Gambar Matulessy menunjuk pada sebuah kapal
Teks “kapal perang  terbesar yang di sana itu,  Maria Reygersbergen, siapa pemimpinnya?”

Prajurit Belanda : “komandan Overste J. Grood”

Caption
153)Gambar Matulessy menunjuk pada kapal yang lain
Teks : “Kalau itu Nassau, siapa pemimpinnya?

Prajurit Belanda : ” komandan Sloterdijk”

Caption
154)Gambar teman Matulessy turut bertanya
Teks : “Kalau itu?”

Prajurit Belanda : “Kapal Lversten dipimpin Kapten Laut PM. Dietz.

Caption
155)Gambar Matulessy menunjuk pada 4 kapal yang lebih kecil
Teks : “kalau itu kapal pengangkut, ya?”
Caption
156)Gambar Prajurit Belanda
Teks : “Kau benar, itu mengangkut peralatan perang. Juga membawa 800 orang tentara, sebagian beretnis Jawa
Caption
157)Gambar Matulessy close up
Teks : “Terima kasih atas penjelasannya”

Prajurit Belanda : “Ya..”

Caption
158)Gambar Matulessy dan anggota pasukan pergi menjauh dari kapal
Teks
Caption

 

159)Gambar kesibukan Batugajah, di tempat kediaman residen Inggris. beberapa orang tampak lalu lalang membawa perlengkapan
Teks
Caption
160)Gambar para perwira  tengah berbincang di aula benteng
Teks
Caption
161)Gambar Komisaris Engelhard dan keluarga tengah bersiap di ruangannya
Teks
Caption : persiapan penyerahan kekuasaan telah menyibukkan  banyak orang, tak terkecuali para pembesar
162)Gambar Nyonya Engelhard di depan cermin
Teks : “Hmm sudah cukup cantik”
Caption
163)Gambar Engelhard masuk ruangan melihat istrinya
Teks : ”Istriku, kamu memang selalu tampak rapih dan menarik”
Caption
164)Gambar Nyonya Engelhard tersenyum
Teks
Caption
165)Gambar Nyonya Engelhard menghampiri suaminya, merapikan bajunya
Teks “Papi juga harus rapi dan tampan, ya?”

Engelhard : ”Tentu istriku. ini adalah hari yang bersejarah buat kita ”

Caption
166)Gambar Engelhard mimik teringat sesuatu
Teks “Oya… bagaimana anak-anak kita?”

“Sudah siap kayaknya. Aku akan cek”

Caption
167)Gambar Nyonya Engelhard pergi keluar ruangan
Teks
Caption
168)Gambar masyarakat Ambon menyaksikan upacara dari agak kejauhan
Teks
Caption : 25 Maret 1817
169)Gambar penurunan bendera Inggris
Teks
Caption

 

170)Gambar beberapa Meriam menyalak. Terlihat asap dari moncongnya
Teks : (bunyi duar.. duar.. duar)
Caption : tiga puluh tiga tembakan meriam mengiringi upacara penurunan bendera
171)Gambar penaikan bendera Belanda
Teks
Caption : Dua puluh satu tembakan dari sebuah kapal Inggris mengiringi penaikan bendera
172)Gambar halaman depan benteng Victoria
Teks : (duar.. duar.. duar)
Caption : Dua puluh satu tembakan juga terdengar dari benteng Victoria
173)Gambar dalam kantor residen, suasana pelantikan pejabat
Teks
Caption : Para pejabat Inggris juga diganti oleh orang Belanda
174)Gambar Serah terima pejabat I (orang 1 memberi surat/map pada orang 2 berlatar pegawai kantor berbaris rapi)
Teks
Caption : Burfhgraaff dilantik sebagai residen di Hila dan Larike
175)Gambar Serah terima Pejabat II
Teks
Caption : Jr. van den Berg dilantik sebagai residen Saparua
176)Gambar Serah terima Pejabat III
Teks
Caption : van Mideelkoop dilantik sebagai gubernur Maluku
177)Gambar Serah terima Pejabat IV
Teks
Caption : Uijtenbroek dilantik sebagai residen Haruku
178)Gambar para pejabat baru berdiri, diambil sumpahnya
Teks : “Demi Tuhan, kami akan menjalankan kewajiban kami dengan……..”
Caption : Pelantikan dilakukan dan van Mideelkoop menjabat gubernur dengan didampingi oleh Engelhard
179)Gambar di luar gedung upacara, tampak beberapa raja patih dan rakyat menunggu
Teks
Caption
180)Gambar orang membaca proklamasi penyerahan kekuasaan di depan umum
Teks “… Dengan ini pemerintahan Inggris secara resmi berakhir…”
Caption

 

181)Gambar Wajah-wajah para undangan (ada raja, patih, rakyat biasa)
Teks : raja 1 : “Kita akan dijajah lagi, nih”

Raja 2 : ”Kayaknya sih”

Caption : Mereka sadar akan kembali ke era kekejian Belanda
182)Gambar penjagaan di pos-pos militer
Teks
Caption : Prajurit Belanda juga mulai mengisi pos-pos tentara
183)Gambar 6 orang Prajurit Inggris berjalan tegap meninggalkan pos
Teks : (suara sepatu trap.. trap..)
Caption
184)Gambar Pasukan Matulessy berseragam tentara berhadapan dengan pasukan Jawa. Pasukan Jawa bercelana pendek dan tak memakai baju.
Teks : Matulessy : “Salam saudaraku”

Komandan pasukan Jawa “Salam..”

Caption
185)Gambar Matulessy menyerahkan bendera dan plakat kecil pada komandan Jawa
Teks
Caption : kewenangan prajurit pribumi juga beralih pada pasukan Jawa
186)Gambar rakyat ambon yang menyaksikan upacara
Teks : Orang 1 : “Lihat… prajurit Jawa muda dan tak berseragam”

Orang 2 : ”Kasihan, apa memang tak ada seragamnya?”

Caption
187)Gambar seorang penduduk tertawa kecil
Teks : “Nggak mirip sebuah pasukan ya? Kayak main-main saja”

Orang 2 : ”Belanda nggak punya duit ya?”

Orang 3 : ”Kalau perang beneran, Inggris selalu menang lawan Belanda”

Caption
188)Gambar seorang penduduk kembali tertawa terbahak-bahak
Teks : “hahaha…”
Caption
189)Gambar seorang penduduk yang menaruh jari telunjuk di mulut (menyuruh diam)
Teks : “Sssstt… nanti kedengaran. Gitu-gitu juga mereka pasukan perang!”
Caption
190)Gambar Matulessy menatap penduduk yang mengoceh. Raut mukanya juga tak mampu menahan tawa
Teks
Caption
191)Gambar bendera belanda diturunkan jadi setengah tiang
Teks : (bunyi terompet duka… teretett teretett)
Caption
 192)Gambar penduduk celingukan
Teks : “Eh ada apa ini? Kok benderanya turun?”

Penduduk 2 : “Nggak tahu”

Caption
193)Gambar kapal lversten di tangah laut
Teks
Caption : Kapten Laut PM. Dietz, pemimpin kapal Iversten meninggal ketika kapalnya mendekati Tanjung alang
194)Gambar sebuah sekoci di tengah laut dengan orang berbaring tidur di dalamnya
Teks
Caption : Jenazahnya diturunkan dengan sekoci dan didayungkan kembali ke Kota Ambon
195)Gambar pemandangan senja, orang-orang Belanda menguburkan dietz
Teks
Caption
196)Gambar pelantikan pejabat
Teks
Caption : akhirnya  Berkhoff diangkat sebagai residen Banda dan Neijs sebagai residen Ternate.
197)Gambar lelaki yang tegap-tegap, kekar, gagah dengan seragam militer Inggris berbaris
Teks
Caption : Korps Ambon
198)Gambar Korps berdefile dihadapan residen dan para opsir Inggris, para pembesar dan opsir Belanda disaksikan oleh ratusan rakyat Ambon
Teks
Caption : Bertahun sudah mereka menjadi bagian pasukan Inggris
199)Gambar pemberian tanda mata kepada korps ambon oleh residen Martin
Teks
Caption : Mereka mendapat ganti uang dua bulan gaji dari penguasa Inggris

 

200)Gambar Martin
Teks : “Saya bangga dengan kalian”
Caption
201)Gambar Martin (lanjut)
Teks : “Kalian sudah bertahun-tahun menjadi bagian militer Inggris. Untuk itu, semoga apapun yang sudah diajarkan akan bermanfaat”
Caption
202)Gambar Matulessy dan anggota pasukan menatap Martin
Teks
Caption

 

203)Gambar Martin close up
Teks : “Semoga perpisahan ini tidak menghapus persaudaraan yang sudah dibangun”
Caption
204)Gambar seorang prajurit menitik air mata, bersedih
Teks
Caption
205)Gambar Martin (lanjut)
Teks “Sekarang kalian bebas dan mendapat status borgor”
Caption : * Borgor adalah pemilik surat bebas. Status sosial mereka dan keluarga lebih tinggi dari rakyat biasa
206)Gambar wajah gembira para anggota korps, tersenyum satu sama lain
Teks
Caption
207)Gambar upacara selesai dan ditutup dengan defile
Teks
Caption
208)Gambar para anggota korps diserbu oleh sanak-saudara, pemuda dan pemudi, kawan-kawan dan kenalan
Teks
Caption
209)Gambar suasana pesta rakyat di malam hari, tampak beberapa serdadu inggris di sana.
Teks : (musik tung tang ting tung)
Caption
210)Gambar seorang anggota korps dengan temannya
Teks “Aku sebenarnya bingung. Setelah ini kita mau apa?”

Anggota lain : ”Ya, meski status naik, aku juga bingung”

Caption
211)Gambar anggota korps 1 close up
Teks : “Nanti aku coba Tanya Sersan Matulessy”
Caption
212)Gambar percakapan Martin dan Matulessy di sudut acara pesta
Teks : Matulessy : “terimakasih Tuan, atas semua yang telah diajarkan kepada kami. , terlebih pengangkatan status kami”

Martin : “Oh itu atas kerja keras kalian juga kan”

Caption
213)Gambar close up Martin
Teks : “Kalian juga sudah banyak membantu kami”
Caption

 

214)Gambar suasana rumah raja di malam hari, halaman tampak meriah dengan rakyat
Teks
Caption : Setelah Pesta
215)Gambar Raja dan para tetua lainnya menyambut Matulessy
Teks : Raja : “Selamat datang, selamat kembali”

Matulessy : ”Terima kasih, paduka”

Caption
216)Gambar close up raja
Teks : “Kita lama tak ngobrol, ceritalah kisah kalian”
Caption
217)Gambar Matulessy tengah bercerita. Paduka dan Orang-orang mendengarkan
Teks
Caption : Ia bercerita pengalaman menjadi tentara Inggris dan ketidakmauannya menjadi tentara Belanda
218)Gambar suasana Ambon pasca pergantian kekuasaan. Pasar sepi. Seorang bule tampak memukul seorang penduduk
Teks : “Buk (suara pukulan), “dasar pribumi rendah!”
Caption
219)Gambar Orang2 kurus berjalan lemas. Di sebelah mereka bule-bule dan militer Belanda tampak parlente dan jumawa
Teks
Caption : Monopoli berlaku lagi. Perdagangan bebas dilarang. Yang melanggar ditangkap
220)Gambar perbincangan antar rakyat di warung kecil
Teks : Ibu warung : “Biasanya bapak makan enak disini. Kok hanya minum?”

Tamu : ”Ekonomi Susah bu. Apa-apa dilarang. Melanggar dikit dipukul dan ditangkap”

Caption
221)Gambar Tamu close Up
Teks : “Jaman Inggris kita senang. Ganti Belanda kita sengsara lagi”
Caption
222)Gambar Matulessy menatap pilu obrolan-obrolan rakyat
Teks : “Aku harus bertindak”
Caption

 

Naskah komik Pattimura by Hurri Junisar @2015

 

 

You may also like...