Masjid Tangkuban Perahu, KH. Mahmud Romli, dan Fauzi Bowo

Masjid Tangkuban Perahu tahun 2016

 

Seorang ulama asal Arab, Sayid Ahmad bin Muhammad bin Shahab, mendirikan Masjid Shihabudin di daerah Menteng, di antara Jl. Mangunsarkoro dengan Jl. Latuharhari, sekitar tahun 1870. Pada 1908, Guru Mahmud menjadi ketua Masjid Shihabudin. Setelah Shihabudin, karena kepentingan tempat peribadatan bagi kaum muslim, dibangun pula masjid Cut Nyak Dien di daerah Gongdangdia. Pemerintah kolonial yang berkeinginan membangun markas militer kavaleri (cavaleri kampemen) di kawasan itu pada tahun 1912 kemudian merubuhkan masjid. Namun sebagai gantinya, dibangunlah masjid yang dinamai masjid Tangkuban Perahu di daerah Guntur, Setia Budi Jakarta Selatan, berlokasi di tanah wakaf Sayid Ali bin Ahmad bin Shahab.

Guru Mahmud kemudian berperan penting dalam sejarah Tangkuban Perahu baik sebagai bagian pendirinya maupun sebagai ketua masjid pertama. Bahkan selama puluhan tahun, sampai wafatnya pada tahun 1959, jabatan tersebut barulah diganti oleh menantunya, KH Abdullah Muhrim hingga tahun 1980. Setelah itu dilanjutkan oleh puteranya, yaitu H. Ahmad Syahrowardi. Banyak ulama-ulama Betawi yang lahir dari Masjid Tangkuban Perahu, sebab itu, masjid ini tetap dianggap istimewa bagi masyarakat Setiabudi

Tahun 1969, masjid mengalami perbaikan pertama kali pada masa kepengurusan K.H. Abdullah Muhrim. Perawatan masjid ini berlanjut dan setiap tahunnya dilakukan perbaikan dan pengecatan pada saat menjelang lebaran. Tata cara ritual keagamaan Masjid Tangkuban Perahu memiliki ciri-ciri Masjid Betawi, misalnya untuk acara Maulid Nabi, lsro’ Mi’roj, Nisfu Sya’ban dll mengikuti tatacara Betawi. Hal ini terjadi karena sejak awal berdirinya masjid ini berada di wilayah perkampungan Betawi sehingga para pengurus dan jema’ah masjid ini sebagian besar berasal dari etnik Betawi. Meskipun saat sekarang penduduk suku Betawi sudah banyak yang pindah ke kawasan lain, yang jauh dari kultur leluhurnya, tata cara Betawi masih tetap dipertahankan di masjid ini. Masjid lalu direhab pada tahun 1980 atas prakarsa salah satu cucu Guru Mahmud, Haji Sahrowardi, saat menjabat anggota DPRD DKI Jakarta.

Kemudian pada masa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga dilakukan renovasi, namun rupanya Fauzi Bowo menginginkan ada tetua dari keturunan Guru Mahmud yang mengurusi masjid tersebut. Gubernur yang akrab dengan panggilan “Foke” tersebut memang dekat dengan KH. Muhammad Syahrowardi, cucu Guru Mahmud, adik dari Ustadzah Labibah. Foke menginginkan keturunan Guru Mahmud mengurusi masjid berkaitan dengan sejarah pendirian bangunan ibadah bernama Tangkuban Perahu tersebut. Foke juga merencanakan Proyek Pembangunan Masjid, termasuk Proyek Peremajaan Taman Tangkuban Perahu. Pemerintah DKI Jakarta menargetkan Pembangunan Masjid baru Tangkuban Perahu ini selesai sebelum bulan Ramadhan 2012 di jelang masa akhir jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Foke  mengaku memiliki banyak kenangan. Bahkan, dia sudah mengenal masjid tersebut sejak kecil dan menjadi bagian dari keluarga besar masjid ini. Foke meminta masjid yang terlihat tua itu direnovasi. “Rasanya udah enggak relevan lagi kondisi masjid seperti ini berada di tengah kota, harus ada renovasi. Ini alasan kenapa saya mencetuskan untuk merombak masjid ini.” Foke pun ikut mengeluarkan kocek pribadi untuk membiayai renovasi masjid yang memakan dana Rp 14 miliar tersebut. Sebagian dana terpenuhi karena banyak donatur. Foke berpesan agar masjid yang sudah terlihat bagus tersebut dimakmurkan dengan dipakai untuk beribadah, dirawat dan diisi dengan kegiatan yang baik.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2012, Foke berpamitan dan menyempatkan diri untuk shalat Jumat di Masjid Tangkuban Perahu yang sudah direnovasi tersebut. Masjid Tangkuban Perahu tidak lagi mempertahankan lekukan-lekukan seperti gelombang pada bagian sisi sayap masjid. Masjid dibuat dengan lebih melebar agar dapat menampung jemaah lebih banyak.

 

Hurri Junisar, diambil dari buku Guru Mahmud Romli: Membangun Kampung Santri, LKPS@2016

 

 

You may also like...